Tampilkan postingan dengan label anekdot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anekdot. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 24, 2008

Mau aman pacaran ? silahkan datang ke taman monas


Saya yakin bagi anda penduduk jakarta atau pun pendatang yang sudah lama di Jakarta tentu sudah tidak asing lagi akan seluk beluk monas. Dikelilingi taman nan luas, hijau nan sejuk jika di pagi hari dan banyak pengunjung berdatangan entah itu untuk berolah raga ria atau pun datang untuk melihat dari dekat monumen nasional itu. Sungguh tempat wisata yang sangat strategis di pusat jakarta ini.


Ini bukan pengalaman saya pernah berpacaran bermesum ria dengan pacar saya ataupun PSK-PSK yang berkeliaran di sekitar monas itu, saya tahu ini karena kebetulan kantor saya memang dekat dengan area taman monas itu dan memang kendaraan yang saya gunakan di parkir di halaman parkir monas yang murah meriah ketimbang parkir di dalam gedung perkantoran saya yang harganya bisa sepuluh kali lipat dari harga parkiran di monas, sangat murah bukan ???

Jam kerja saya memang tidak teratur, kalau kerjaan tidak terlalu banyak saya bisa pulang tepat waktu, jam lima teng langsung buru-buru pulang karena kalo kelamaan dikantor ketahuan boss urusannya gak bisa pulang cepet ada aja yang mau dikerjain he,he,he,he,he..

Ada kejadian lucu ketika saya mau pulang kantor waktu itu sekitar jam 8 malam, karena motor saya di parkir di area parkir monas otomatis saya harus berjalan ke area parkir monas yang sepanjang warung (cafe monas) telah berjejer entah itu PSK atau perempuan yang menjajakan minuman sedang santai dan lucunya disitu bergabung bersama dengan mungkin para komandannya banpol. Sambil cekikikan dia coba menggoda saya.

"mas.. mampir dong kesini.., kita ngebir sedikit gak usah banyak-banyak" kata si penggoda satu sambil senyam senyum genit.

"hmmm... makasih mbak saya gak suka minum bir koq..." jawab saya sedikit membalas senyumnya.

"gak pa pa mas.. apa mau yang laen ? kena gigi gratis deh..."
"aman deh.. gak usah takut disini mah... " balas si perempuan penggoda dua sambil cekikikan lagi.

"wadooooh..., apaan tuuh ?? serem amat yach ???" jawab saya sambil terus berlalu cepat-cepat untuk mengambil motor saya.

Nah kalo kalian ingin mencoba bermesum ria silahkan datang ke area taman monas, aman sejahtera dan pastinya dilindungi banpol koq...gak akan di kena rajia esek-esek.

Sumber foto: www.balipost.co.id

Kamis, Oktober 04, 2007

Tanggal berapa kamu lebaran ?

Kenapa sih dalam bebeberapa tahun ini umat kita tidak bisa melaksanakan hari raya yang suci ini bersama-sama ? tahun ini lebaran katanya dirayakan ada 2 versi yang petama versi dari Muhammadiyah dan versi dari Pemerintah untuk versi dari Muhammadiyah adalah hari Jumat dan dari versi Pemerintah hari Sabtu, mau ikut yang mana ?. Kadang saya berpikir kenapa sih orang-orang yang berilmu tinggi yang katanya pakar dalam menentukan keputusan tidak bisa duduk bersama-sama untuk saling bermusyawarah untuk mufakat. Yach.., terlalu banyak orang yang pintar yang merasa dirinya paling pintar, yang merasa dirinya paling benar dan yang merasa dirinya paling banyak pengikutnya.

Buat apa ada menteri agama, buat apa ada departemen agama kalau tidak bisa membuat para ulama-ulama untuk bisa berembuk (bermusyawarah untuk mendapatkan satu suara). Kadang ada beberapa kalangan berargumen bahwa hal itu biasa terjadi di negara kita, jangan dianggap hal biasa loh...??? kalau menurut saya justru ini hal yang tidak biasa seyogyanya kita sebagai umat yang besar bisa memberikan contoh kepada umat lain bahwa umat kita umat yang satu dalam kebersamaan, jadi ingat kata aa Gym ”Indahnya Kebersamaan”

Nah…, harusnya para ulama kita ingat akan pesan itu, bagaimana indahnya kita dalam kebersamaan dalam merayakan hari kemenangan kita, hari yang fitri ini, jangan sampai ada orang-orang bertanya:
”tanggal berapa anda lebaran...??”
”tanggal berapa yach... ??? capee deh....!!!!

Kamis, September 27, 2007

Kenapa kita berkendaran di kiri jalan?


"Repot sekali, mau naik motor aja harus di lajur kiri", gerutu seorang pengendara motor yang baru saja ditilang Rp 30 ribu. Siapa sih yang iseng banget bikin aturan seperti ini?

Mari kita runut.

Di jaman Inggris kuno, para ksatria suka naik kuda. Berhubung para ksatria tidak kidal, maka pedang selalu dipegang tangan kanan dan perisai di tangan kiri. Nah, karena perisai dipegang tangan kiri, untuk melindungi dada ketika hendak naik kuda, mereka selalu dari naik-turun dari sisi kiri kuda. Selain itu, kalau lagi asyik kuda-kudaan lalu si ksatria diserang, berduel di sisi kiri jalan jauh lebih enak. Kebiasaan ini lama-lama diundangkan dan menjadi aturan formal. Adat ini juga diadopsi oleh negara-negara Eropa lain.

Di Jepang ada sejarahnya sendiri. Di jaman Edo, samurai Jepang punya adat untuk berkuda di kiri jalan untuk mencegah dua samurai yang saling berpapasan brantem gara-gara kedua pedang mereka bersenggolan (PMS?). Akan tetapi, pada masa itu penduduk non-samurai tetap saja berkuda di sembarang sisi jalan. Pembakuan aturan berkendaraan di sebelah kiri baru muncul setelah kereta api dari Inggris mulai masuk ke negeri mungil seribu gempa nan-kaya itu.

Amerika lain lagi. Karena semula koloni Inggris, orang Amerika berkuda di kiri jalan. Akan tetapi, saking sakit-hatinya sama Inggris, penduduk Amerika berusaha menanggalkan citra koloni Inggris. Antara lain, mereka memutuskan untuk berkuda di kanan jalan. Pindah ke kanan konon juga untuk menghormati Perancis yang telah membacking perang melawan Inggris.

Perancis?

Jadiii... bangsawan Perancis itu aslinya juga berkuda di kiri jalan. Tetapi setelah revolusi Perancis, untuk melawan kemapanan, orang Perancis banting haluan ke kanan jalan. Napolen yang pada masa pemerintahannya mengekspansi Perancis ke negara-negara Eropa turut menyebarkan kebiasaan ini. Walhasil, negara yang disatroni Perancis seperti Belanda juga ketularan berkendaraan di kanan jalan.

Kalau orang Belanda berkanan-jalan, kenapa kita berkiri jalan? Ternyata, walaupun Belanda memang dikuasai Perancis pada tahun 1795, sejak tahun 1602 Belanda (yang waktu itu masih di sebelah kiri) sudah menjajah Indonesia dan terlanjur menularkan kebiasaan berkiri jalan. Rupanya benar juga kalau old habit die hard.

Fyuff... sekian, factoid hari ini kita cukupkan sampai sini.

artikel ini diambil dari Hermansaksono.blogspot.com
Design Header by:
Parta Suwanda